Posted by: Budi Daryatmo | September 16, 2008

Ericsson di Beijing

Ericsson adalah perusahaan kelas dunia yang berperan sebagai penyedia perangkat telekomunikasi dan berbagai layanan terkait jaringan operator, baik mobile maupun fixed. Nama perusahaan ini diambil dari nama pendirinya, yaitu Lars Magnus Ericsson, yang percaya bahwa komunikasi adalah kebutuhan dasar manusia. Hingga saat ini, Ericsson telah 132 tahun fokus di dunia telekomunikasi dan berperan aktif di dalam evolusi telekomunikasi dunia, dimulai dari teknologi telegraf hingga telepon, sistem manual hingga otomatis, kendali elektromekanik hingga pemakaian komputer, jaringan fixed hingga mobile, teknologi analog 1G hingga teknologi digital 2G, teknologi 3G, mobile Internet, dan mobile broadband. Peran Ericsson di dalam evolusi telekomunikasi diperlihatkan pada gambar berikut.

 

Pasar penjualan 10 besar Ericsson dari data tahun 2006 sebagai berikut : 8% total penjualan terjadi di USA, 7% di China, 6% masing-masing di Italy dan UK, 5% di Spain, 4% masing-masing di Australia – India – dan Sweden, 3% masing-masing di Brazil dan Indonesia.

 

Untuk pasar China, pendapatan operator telekomunikasi di China adalah USD 81,1 miliar dengan jumlah mobile subscriber (GSM dan CDMA) adalah 461,1 juta pada akhir tahun 2006. Operator telekomunikasi utama di China adalah China Mobile (316,8 juta untuk GSM), China Unicom (116,9 juta untuk GSM dan 37,3 juta untuk CDMA), Chine Netcom (91,8 juta untuk PSTN), dan China Telecom (164,7 juta untuk PSTN) pada akhir tahun 2006. Hal yang menarik adalah pada tahun baru China selama 8 hari, setiap subscriber China Mobile rata-rata mengirim SMS sebanyak 52 SMS. Jadi total SMS yang dikirim selama 8 hari tersebut sekitar 16 milyar SMS.

 

Terkait dengan 3G, China sedang mempersiapkan standar 3G khusus negara China, TD-SCDMA (Time Division-Synchronous Code Division Multiple Access). TD–SCDMA adalah standard 3G yang dikembangkan sendiri oleh pemerintah China, yang dikembangkan sejak tahun 2005 oleh CATT (Chinese Academy of Telecommunications Technology) dengan bantuan dari Datang dan Siemens AG. Ericsson sendiri juga melakukan R&D terkait teknologi ini.

 

Seperti dapat ditebak dari namanya, dasar dari teknologi TD-SCDMA adalah tekhnologi CDMA. Namun berbeda dengan standard 3G lain yang menggunakan dasar CDMA (W-CDMA, menggunakan metode FDD (frequency division duplex), TD-SCDMA menggunakan metode TDD (time division duplex). TDD adalah aplikasi dari time–division multiplexing untuk memisahkan sinyal yang keluar dan sinyal yang kembali. Metode ini mampu mengemulasikan komunikasi full duplex (dua arah secara bersamaan, contoh : telepon rumah) melalui sebuah sambungan komunikasi half duplex (dua arah secara bergantian, contoh : walkie talkie). Di lain pihak, FDD adalah metode yang menggunakan frequency offset untuk memisahkan uplink dan downlink sub-bands.

 

Baik metode FDD atau TDD mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. TDD lebih unggul jika kecepatan data uplink dan downlink tidak konstan, dengan kata lain TDD lebih efisien dalam menanggulangi muatan/kecepatan data yang berubah-ubah. Sebaliknya, FDD sangat efisien dalam lalu lintas data yang konstan serta memakan tenaga lebih sedikit daripada TDD. Selain menggunakan TDD, TD-SCDMA juga mengaplikasikan TDMA (Time Division Multiple Access) dalam teknologinya. TDMA adalah sebuah metode akses kanal yang memungkinkan beberapa user untuk membagi kanal frekuensi yang sama dengan membagi sinyal tersebut ke dalam beberapa slot waktu.

 

Gedung Ericsson di Beijing – China dapat dilihat pada gambar berikut. 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: