Posted by: Budi Daryatmo | October 22, 2007

Location Based Service (2)

Selain teknik non-GPS yang berbasiskan jaringan, penentuan lokasi untuk aplikasi LBS dapat juga dilakukan dengan teknik GPS (GPS/A-GPS based atau handset based). GPS adalah teknologi navigasi yang memanfaatkan satelit. Penerima GPS memperoleh sinyal dari beberapa satelit yang mengorbit bumi. Satelit yang mengitari bumi pada orbit pendek ini terdiri dari 24 susunan satelit, dengan 21 satelit aktif dan 3 buah satelit sebagai cadangan. Dengan susunan orbit tertentu, maka satelit GPS dapat diterima di seluruh permukaan bumi. GPS dapat memberikan informasi posisi dan waktu dengan ketelitian sangat tinggi. Gambar berikut memperlihatkan level akurasi terhadap domain lokasi untuk teknik-teknik penentuan posisi.

Level Akurasi Teknik Positioning LBS

Sebelum GPS dikenal, dahulu orang menggunakan beberapa tanda alam di dalam menentukan lokasi dan arah. Pada saat mereka berada di darat, mereka menggunakan beberapa acuan alam seperti pegunungan, pepohonan ataupun jenis bebatuan. Tanda-tanda alam di atas sifatnya tidak kekal karena apabila terjadi bencana alam, diantaranya banjir yang mengakibatkan tanah longsor ataupun gempa bumi, dapat menghilangkan semuanya itu. Untuk menggantikan tanda-tanda alam tersebut, maka orang menggunakan kompas sebagai penentu arah. Selain alat ini orang juga menggunakan rasi bintang tertentu sebagai penentu arah. Namun metode pengamatan bintang ini sangat memakan waktu karena orang harus menghitung sudut yang ada diantara bintang-bintang untuk menentukan arah bepergian di lautan yang luas.

Untuk mengetahui posisi dari GPS, diperlukan minimal 3 satelit. Pengukuran posisi GPS didasarkan oleh sistem pengukuran matematika yang dikenal dengan istilah trilaterasi, yaitu pengukuran suatu titik dengan bantuan beberapa titik acuan. Berikut diberikan ilustrasi pengukuran trilaterasi untuk menjawab mengapa diperlukan informasi dari minimal 3 satelit guna mengetahui posisi dari GPS.

  • Jika seseorang mengetahui bahwa ia berada D1 km dari Lokasi #1, maka yang dapat disimpulkan adalah orang tersebut berada di suatu lokasi pada lingkaran dengan radius D1 km.

Trilaterasi 1

  • Jika seseorang mengetahui bahwa ia berada pada D1 km dari Lokasi #1 dan D2 km dari Lokasi #2, maka dapat disimpulkan bahwa orang tersebut berada pada salah satu dari dua titik hasil irisan dua buah lingkaran dengan radius D1 km dan D2 km.

Trilaterasi 2

  • Jika sekarang seseorang mengetahui bahwa ia berada pada D1 km dari Lokasi #1, D2 km dari Lokasi #2, dan D3 km dari Lokasi #3, maka dapat disimpulkan dengan pasti bahwa orang tersebut berada pada titik lokasi hasil irisan tiga buah lingkaran dengan radius D1 km, D2 km, dan D3 km.

Trilaterasi 3


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: